Welcome to My Blog

Enjoy this blog and please give a comment about my blog whether you like it or not. I will try to use billingual language in here and refresh the blog everyday for newlook. Thanks for join.
Bergabunglah di blog ini dan berikan komentarmu tentang blog saya, apakah kamu menyukainya atau tidak. Saya akan berusaha untuk menggunakan dua bahasa dan memperbaharui penampilan blog ini. Terima kasih telah bergabung.

Penantian (bagian 1)

Aku selalu menantikan kedatangannya, baik dalam hujan air atau hujan sinar matahari. Bagaimana sebaiknya yang kulakukan? Tetap menantikannya ataukah meninggalkannya? Kenapa selalu saja hatiku tidak tega untuk meninggalkannya? Memikirkannya susah menjadikanku lemah. Padahal aku paling mengerti, dirinya takkan cukup mengerti pengorbananku, penantianku dan kesetiaanku.
Seperti hari ini, aku masih saja menunggunya. sudah 2,5 jam berlalu, tapi ayunan langkah kakinya tak juga terdengar menyapaku. Teriknya mentari yang menemaniku, menyadarkanku betapa sulit bagiku mengingkari perasaan aneh yang bergejolak ini. 'Apakah ia terluka dalam perjalanan kemari?' pikirku. 'Ataukah ia...' dan berbagai macam pikiranpun semakin semangat menemani alam imajinasiku. Sebenarnya apa yang kutunggu lagi, sih?!
Tapi aku percaya padanya. Seperti saat ia membuatku menununggunya di PIM selama hampir 1jam. Ketika itu, aku sudah hendak melangkahkan kaki keluar dari ruangan sejuk yang selama ini menjadi sarangku, saat ia datang dengan tergopoh-gopoh dan menceritakan alasan keterlambatannya. "Maafkan aku, Lin! tadi saat mau kesini, aku melihat nenek-nenek yang sepertinya sedang kesusahan di jalan," katanya tersengal-sengal. "aku tak tega meninggalkannya, Lin. Jadi ku tegur nenek itu, kutawarkan bantuan, kasihan... nenek sedang mencari uangnya yang hilang. Ga mungkin kutinggalkan kan, Lin?" tanyanya penuh pembelaan atas dirinya. Aku hanya diam dan mendesah, "kenapa tidak kau hubungi aku dulu? setidaknya aku tidak perlu cemas memikirkanmu.."

1 Comments:

ucx said...

nice story!!
i'll wait 4 the 2nd